Kolaborasi Kata dengan Nada

“Masih ku genggam erat kerinduan ini
Bersama detik waktu yang berusaha menenggelamkan namamu
Berulangkali senja dan fajar bergantian, hingga aku hampir menjauhi harapan
Jarak yang panjang tak mampu lagi untuk ku lipat
Hanya bait – bait doa yang sampai kini mampu menjadi obat”

Saya Reza Tamamurifki, mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat Malang, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Angkatan Tahun 2018. Diluar kegiatan akademik, saya fokus pada peningkatan dan pengembangan bakat dibidang seni (puisi/sastra).
Menulis puisi dapat menumbuhkan kreativitas saya.  Puisi bagi saya adalah media terbaik untuk mengungkapkan sesuatu atau perasaan yang terpendam, serta hal – hal lain yang tak bisa diceritakan kepada kawan.  Mencurahkan perasaan yang terpendam lewat puisi akan membuat perasaan lega. Bukan hanya itu, puisi bisa menjadi media untuk menyampaikan sebuah pesan, pelajaran hidup yang mungkin bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Puisi itu lebih dari sekedar kata – kata, ia akan tetap hidup meskipun penulisnya sudah tiada.
Banyak cara untuk menyampaikan kata demi kata didalam puisi kita, termasuk mengkolaburasikannya dengan nada.

Karya : Reza Tamamurifki (kolaborasi)

Saya yakin dalam setiap diri kita pasti memiliki potensi, keahlian atau bahkan sesuatu yang spesial.  Terus berusaha dan belajar dengan sungguh – sungguh (jangan lupa berdoa) pasti potensi itu akan muncul dan terlihat. Ingat, tidak ada yang instan, semua butuh proses dan pengorbanan. Pengorbanan Tenaga, biaya dan waktu pasti diperlukan dalam proses mencapai tujuan. Terus asah potensi yang kita memiliki, tetap positive thinking dan yakin apa yang kita lakukan akan berguna dan memberi manfaat. Terus semangat dan sukses untuk semua.

(Visited 37 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *