Memerdekakan Diri dengan Literasi

Oleh: Anna Triyana Larasati
Mahasiswa Semester VIII Progam Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Salam Literasi untuk kita semua semoga kita senantiasa disatukan dalam bingkai persahabatan yang simetris, dinamis dan harmonis. Beberapa waktu lalu pemikiran kita disibukkan dengan ulasan-ulasan yang hangat dan menarik terkait penyebaran virus Covid-19 yang tidak kasat mata. Bagi sebagian masyarakat gaung kesadaran kesehatan nampaknya masih menjadi hal yang minim untuk disadari. Namun, bagi sebagian masyarakat adanya fenomena ini menjadikan diri lebih individualis, over protektif, hingga anti sosial. Adanya pandemi Covid-19 mestinya membuat kita lebih sadar terdapat kesehatan dan kebersihan. Tak terlepas dari hal tersebut upaya sosialisasi juga dilakukan lapisan masyarakat, baik dari kalangan akar rumput, mahasiswa hingga struktural pemerintah. Lantas, selama kita melaksanakan instruksi dari pemerintah dengan cara mengisolasi diri #dirumahsaja kontribusi apa yang dapat kita lakukan sebagai salah satu upaya memerdekakan diri dari kebosanan #dirumahsaja.
Sedikit mengulas, beberapa bulan yang lalu saya sempat meluncurkan sebuah coretan usang karya perdana kami dengan  judul “Bincang-Bincang Perempuan: Memahami dan Mengatur Posisi Antara Feminisme Barat dan Feminisme Timur”. Hemat penulis, coretan usang ini berasal dari salah satu upaya melarikan diri dari kebosanan #dirumahsaja, tak terlepas dari hal tersebut penulis bertekat untuk tetap melestarikan tradisi literasi yang dirasa sudah hilang hasratnya berpacu dalam diri mahasiswa. Penulis teringat ujar salah satu sahabat, lebih tepatnya senior yang sudah melalangbuana dalam karirnya, beliau berpesan : Menulislah, agar namamu di catat oleh sejarah. Dari fragmen kata ini kita diingatkan kembali bagaimana cara kita bekerja untuk keabadian.

Karya: Anna Triyana Larasati

Buku “Bincang-Bincang Perempuan: Memahami dan Mengatur Posisi Antara Feminisme Barat dan Feminisme Timur” ini merupakan buku perdana yang menghidangkan beberapa topik terkait Gender, Seks,  Feminisme Barat, serta Feminisme Timur. Harapan setelah membaca dan mengkaji buku ini perempuan dapat memahami dan mengatur posisi baik secara pemikiran maupun tindakan. Di era saat ini sudah semestinya kita sebagai mahasiswa lebih mampu memanfaatkan peluang, mengkostruk kreativitas, dan mampu menghasilkan karya-karya nyata. Sudah waktunya mahasiswa sadar dengan kemampuan diri, meninggalkan budaya hedonisme dan merubahnya menjadi budaya transformatif, berpikiran maju serta mampu mempersiapkan diri menghadapi problematika yang semakin kompleks. Mari sahabat-sahabatku sudah saatnya kita bangun dari tidur panjang kita, bangkit, belajar, serta memerdekakan diri. Salam Takzim.

(Visited 51 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *